Investor Fokus Pada Emiten Di Atas 20 Persen

Produk Indonesia yang diekspor ke Palestina termasuk ekstrak, esens, dan kopi, konsentrat teh ($ 2,1 juta); pasta ($ 356 ribu); roti, kue kering, kue, biskuit, dan peralatan roti ($ 192 ribu); piring, pangkalan dan alat karet vulkanisir ($ 43,3 ribu); dan arang kayu ($ 30 ribu). Sementara itu, produk utama Indonesia yang diimpor dari Palestina adalah kurma segar atau kering ($ 722,7 ribu) dan minyak zaitun dan fraksi zaitun lainnya ($ 4,1 ribu), serta sekrup, baut, kacang-kacangan ($ AS 206).

Nol tarif yang dikenakan pada tanggal dan minyak zaitun dari Palestina diharapkan memberikan alternatif pilihan sumber daya yang lebih kompetitif bagi konsumen dan industri domestik di Indonesia. Indeks komposit Jakarta (IHSG) ditutup lebih kuat selama akhir pekan, karena pasar saham Asia menunjukkan perkembangan positif. Indeks Bursa Efek Indonesia (BEI) naik 56,54 poin, atau 0,88 persen, menjadi 6.499,88. Indeks 45 saham paling likuid, atau LQ45 meningkat 12,07 poin, atau 1,2 persen, menjadi 1.018,17.

Analis William Hartanto dari Panin Sekuritas mengatakan sentimen pasar pada hari Jumat masih dipicu oleh laporan keuangan emiten. Dia memperkirakan IHSG akan terus menguat awal pekan depan. Meskipun tidak ada sentimen baru, kecuali laporan keuangan, investor dapat fokus pada menemukan emiten yang mencatat pertumbuhan di atas 20 persen dan bahwa saham mereka akan menguat pada tanggal ketika data dirilis atau sehari sebelumnya, katanya.

Setelah IHSG dibuka lebih tinggi, terus berada di zona hijau sepanjang hari sampai penutupan bursa. Penutupan IHSG ini dibarengi dengan penjualan asing neto investor sebesar Rp510,23 miliar. Frekuensi perdagangan tercatat dengan 401.356 transaksi dan 11,09 miliar saham senilai Rp7,86 triliun berpindah tangan. Ada 218 gainers terhadap 173 decliners dan 143 saham tidak berubah.

Pasar regional Asia, seperti indeks Nikkei, naik 217,53 poin, atau 1,02 persen, menjadi 21.602,69; Hang Seng menguat 178,99 poin, atau 0,63 persen, menjadi 28.812,17; dan Strait Times meningkat 7,7 poin, atau 0,24 persen, menjadi 3.220,04.

Bank Indonesia (BI) akan menjalani kebijakan makroprudensial akomodatif dan memperkuat kebijakan sistem pembayaran untuk memperluas pembiayaan ekonomi. Koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait lainnya telah ditingkatkan untuk menjaga stabilitas ekonomi dan momentum pertumbuhan ekonomi, direktur komunikasi BI Agusman mengatakan dalam sebuah pernyataan di Jakarta, Jumat.

Dia mengatakan bahwa ekonomi global terus melambat, dengan ketidakpastian yang kurang di pasar keuangan global. Pertumbuhan ekonomi AS telah melambat karena rangsangan fiskal yang terbatas, masalah pasar tenaga kerja struktural, dan berkurangnya kepercayaan pasar. Pertumbuhan ekonomi Eropa melambat karena masalah struktural ekonomi dan keuangan yang sedang berlangsung, ekspor yang lesu, dan ketidakpastian yang mengganggu Brexit, di antara isu-isu lainnya.

Di Cina, pertumbuhan ekonomi terhambat sejalan dengan penurunan ekspor karena ketegangan perdagangan dengan AS dan permintaan domestik yang lebih rendah karena proses deleveraging yang sedang berlangsung. Sejalan dengan prospek ekonomi global yang tidak menentu, harga komoditas internasional merosot, termasuk harga minyak global dan normalisasi kebijakan moneter di negara maju yang relatif moderat, dengan ketidakpastian pasar keuangan global yang lebih rendah, katanya.

Dengan demikian, Federal Reserve AS sekarang diperkirakan akan mengurangi laju kenaikan Fed Fund Rate (FFR) secara bertahap dan mengurangi pengurangan neraca yang direncanakan. Pembaruan terkini dalam ekonomi global dan keuangan telah menimbulkan tantangan dalam ekspor, namun juga meningkatkan aliran modal asing ke negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *