Lahan Pertanian Semakin Menipis Di Pulau Jawa

Terletak jauh di Kabupaten Tanah Datar, provinsi Sumatera Barat, Desa Baringin adalah satu di antara sedikit di provinsi yang dipilih untuk menerima program dana desa oleh Desa Indonesia, Pengembangan Daerah Tertinggal, dan Kementerian Transmigrasi pada tahun 2018. Alokasi target pendanaan membawa peningkatan dalam kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan beberapa jalan untuk menawarkan akses ke lahan pertanian, memperbaiki sistem irigasi, dan memperbaiki sistem drainase, di antara beberapa lainnya.

Irman Idrus, kepala desa Baringin, mengatakan bahwa pemeliharaan yang buruk dari sistem irigasi desa telah mengakibatkan distribusi air yang tidak benar yang menghambat upaya petani untuk memaksimalkan hasil panen mereka. Dana desa sangat membantu memperbaiki sistem irigasi dengan membangun dinding beton sepanjang 328 meter di sepanjang garis irigasi.

Lahan Pertanian Semakin Menipis Di Pulau Jawa – Para petani semakin tergantung pada sistem irigasi. Melalui pencairan dana desa, air dapat didistribusikan secara optimal ke semua bagian sawah, Irman menjelaskan. Untuk memastikan keberlanjutan pendanaan, pemerintah desa juga telah memprakarsai pembentukan perusahaan milik desa (VoE) dan menawarkan pelatihan kewirausahaan tahunan kepada masyarakat untuk memfasilitasi realisasi kemandirian ekonomi.

Idrus mengatakan bahwa VoE juga memiliki beberapa bisnis yang berorientasi sosial, termasuk layanan pembayaran air minum, produksi listrik, dan penyewaan mesin pencampur beton. VoE juga berfungsi sebagai pasar untuk semua barang yang diproduksi oleh penduduk desa, termasuk sepatu, sandal, dan karya bordir, kata kepala desa Baringin.

Pemerintah desa Nagari Baringin telah mengajukan pengelolaan dana desa secara transparan dan berkala, melalui papan informasi, yang terletak di jantung desa, dan juga dapat dilihat secara publik. Baca di jasaseoweb.net. Negara-negara asing harus hadir di antara undangan ke Festival Sriwajaya yang termasuk dalam kalender 100 acara pariwisata terbaik di Indonesia, kata Rizky Handayani, wakil menteri pengembangan dan pemasaran di Kementerian Pariwisata.

Negara-negara Asia Tenggara harus diundang pertama kali ke festival yang diselenggarakan setiap tahun selama 28 tahun terakhir, Handayani mencatat dalam sambutan pembukaannya sehubungan dengan Festival Sriwijaya di sini pada hari Minggu malam. Merek Sriwijaya telah dikenal di seluruh dunia sejak Palembang, ibukota Sumatera Selatan, telah menyelenggarakan Asian Games ke-18 pada tahun 2018, katanya.

Pemerintah provinsi Sumatra Selatan harus memiliki rencana komprehensif untuk meningkatkan tingkat festival internasional, khususnya yang berkaitan dengan kekayaan budaya yang akan disorot di festival, Handayani menekankan. Handayani menyoroti perlunya Festival Sriwijaya untuk dipromosikan melalui kerja sama antara agen perjalanan yang dapat menawarkan paket wisata yang mencakup festival.

Herman Deru, gubernur Sumatra Selatan, mendukung pandangan tersebut dengan menegaskan bahwa pelaksanaan Festival Sriwijaya harus ditingkatkan untuk menarik wisatawan domestik dan asing.

Paket Festival Sriwijaya sampai detik ini harus ditingkatkan dan ditingkatkan untuk menarik perhatian negara asing, kata gubernur. Festival Sriwijaya ke-28 diselenggarakan pada 16-22 Juni 2019, di Benteng Kuto Besak, Palembang. Seniman tradisional dari 17 kabupaten di Sumatera Selatan serta dari provinsi tetangga, termasuk Jambi, Riau, dan Lampung, akan membawakan pertunjukan tari lokal dan menyanyikan lagu-lagu selama acara berlangsung.

Sriwijaya adalah kerajaan maritim dan komersial yang berkembang antara abad ke-7 dan ke-13, terutama di daerah yang sekarang disebut Indonesia. Kerajaan itu berasal di Palembang di pulau Sumatra dan dengan cepat memperluas pengaruhnya dan mengendalikan Selat Malaka. Kekuasaan Sriwijaya didasarkan pada kontrolnya terhadap perdagangan laut internasional. Ia menjalin hubungan dagang tidak hanya dengan negara-negara di kepulauan Melayu tetapi juga dengan Cina dan India.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *