Layanan Bantuan Sosial Untuk Penerima Yang Layak

AIIB adalah bank pembangunan multilateral, dengan negara-negara anggota dari seluruh dunia, termasuk Indonesia. AIIB bertujuan mendukung pembangunan infrastruktur di negara-negara anggota di kawasan Asia dan Pasifik. Sementara itu, Direktur Keuangan ITDC Nusantara Suyono mengatakan, pendanaan MUTIP memiliki jangka waktu 35 tahun dan masa tenggang 10 tahun. Suku bunga ditetapkan sesuai dengan London Interbank Ditawarkan Rate, atau LIBOR, dari enam persen dan tingkat tambahan 1,4 persen per tahun.

Pendanaan MUTIP akan difokuskan pada pengembangan infrastruktur dan fasilitas dasar di Mandalika, termasuk jalan, air bersih, sanitasi dan drainase, pengolahan limbah, distribusi listrik, manajemen risiko bencana, dan beberapa fasilitas publik lainnya. Perusahaan ini menargetkan untuk membangun hotel berbintang, dengan lebih dari 10 ribu kamar, pusat konvensi, lapangan golf 27-lubang, mal ritel, taman hiburan, rumah sakit, dan sirkuit balap jalanan untuk balapan kelas dunia, seperti MotoGP.

Pendanaan MUTIP juga akan mencakup daerah sekitarnya untuk memastikan bahwa proyek tersebut akan bermanfaat bagi masyarakat setempat dan untuk mengurangi dampak negatif sehubungan dengan peningkatan kunjungan wisatawan, kata Mansoer. Di rental bali, ITDC telah berhasil mengelola daerah tujuan wisata di Nusa Dua, Bali, sejak sekitar 45 tahun, dengan dana Bank Dunia pada tahun-tahun awalnya. ITDC telah mengembangkan Nusa Dua menjadi resor terpadu kelas dunia.

Menurut Mansoer, pengembangan pariwisata di Mandalika akan memiliki efek berganda pada area lokal, sosial, dan ekonomi, karena akan menciptakan lapangan kerja bagi lebih dari 50 ribu pekerja dalam 25 tahun ke depan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa jumlah wisatawan asing ke Indonesia telah meningkat menjadi 14 juta pada tahun 2017, dari 11,5 juta pada tahun 2016. Pada tahun 2018, jumlah wisatawan asing telah mencapai lebih dari 13 juta pada bulan November . Industri pariwisata dunia telah tumbuh secara signifikan dan memberikan kontribusi lebih dari 10 persen terhadap produk domestik bruto global.

Indonesia telah berusaha untuk mengurangi tingkat kemiskinannya yang diperkirakan akan mencapai sembilan persen pada akhir tahun ini, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro menyatakan di sini pada hari Senin.

Kami telah menetapkan target untuk mengurangi tingkat kemiskinan kami ke level 8,5 hingga 9,5 persen. Jika kita masih menemukan bahwa angka terakhir tetap di 9,66 persen, kami berharap itu akan dicatat pada level sembilan persen pada akhir 2019, katanya.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah akan fokus pada penguatan layanan bantuan sosialnya untuk penerima yang layak dan memenuhi syarat, termasuk program bantuan makanan non tunai (BPNT) dan Kartu Kesehatan Indonesia (KIS), jelasnya. Baca juga rental mobil bali lepas kunci.

Penerima program yang ditargetkan, seperti BNPN, KIS, Program Keluarga Harapan (PKH), dan Kartu Indonesia Pintar (KIP), adalah mereka yang termasuk dalam daftar kemiskinan ekstrem.

Artikel terkait: jasa seo murah bergaransi halaman 1 Google.

Mereka yang rentan jatuh ke dalam garis kemiskinan akan diberdayakan secara ekonomi dengan menawarkan akses ke keuangan mikro dan dengan menciptakan lebih banyak pekerjaan, kata Brodjonegoro.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa tingkat kemiskinan Indonesia cenderung menurun. Pada Maret 2018, tingkat kemiskinan mencapai 9,82 persen, tetapi menurun menjadi 9,66 persen pada September 2018.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *