Mayoritas Pelaku SEO Masih Meraba Kualitas Sebuah Link

Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Layanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Agung Kuswandono di Jakarta baru-baru ini (20 September) mengatakan bahwa pemerintah telah menetapkan target swasembada garam pada tahun 2019. Sejumlah upaya, termasuk perluasan lahan garam, telah dilakukan meskipun belum sepenuhnya selesai hingga saat ini. Sayangnya, Kuswandono mengakui masih ada sejumlah hambatan untuk perluasan ladang garam, termasuk masalah hak penggunaan lahan yang belum diselesaikan.

Mayoritas Pelaku SEO Masih Meraba Kualitas Sebuah Link. Selain itu, kandungan natrium klorida (NaCl) garam konsumen yang diproduksi di dalam negeri yang idealnya berada di kisaran 95-97 persen masih lebih rendah. Dia mengungkapkan bahwa kandungan garam tertinggi di negara ini hanya sekitar 94 persen, sehingga pihaknya juga berencana untuk membangun pabrik pengolahan garam sebagai target berikutnya.

Kuswandono juga akan memfasilitasi investor yang akan membangun industri garam serta pabrik pengolahan. Dengan peningkatan, baik dari segi kuantitas dan kualitas dalam produksi garam, Indonesia di masa depan dapat menjadi salah satu produsen garam terbesar di dunia. Pengamat sektor kelautan dan perikanan, Moh. Abdi Suhufan menyatakan bahwa pemerintah perlu mengambil langkah-langkah yang secara sistematis meningkatkan produktivitas tambak garam petani di berbagai daerah. Baca juga info jasa seo murah bergaransi halaman 1 Google.

Suhufan juga menilai bahwa hingga saat ini upaya peningkatan produksi garam di berbagai daerah belum dilakukan secara serius. Menurut dia, setelah penurunan produksi pada 2016 yang hanya 150.000 ton atau 4,1 persen dari target produksi 3,6 juta ton, tindakan pemerintah untuk meningkatkan produksi garam belum terlihat secara nyata.

Suhufan, yang merupakan koordinator National Destructive Fishing Watch (DFW) Nasional Indonesia, percaya bahwa dalam empat tahun terakhir, produksi garam tidak pernah mencapai target yang ditetapkan oleh pemerintah. Visit my site at jasa seo.Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menginginkan agar masyarakat di berbagai daerah menggunakan garam lokal karena memiliki banyak keunggulan dan kualitas garam yang diproduksi di dalam negeri tidak kalah dengan komoditas impor.

Susi Pudjiastuti mengatakan pada konferensi pers di Jakarta Oktober lalu (17 Oktober) bahwa jika lebih banyak orang membeli garam yang diproduksi di dalam negeri, mereka akan membantu negara mengurangi defisit neraca perdagangan karena akan mengurangi impor. Membeli produk garam lokal juga akan membantu petani garam di berbagai daerah dan mengkonsumsinya akan membuat tubuh sehat dan segar.

Kementerian Koordinator Bidang Kelautan dan Perikanan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menemukan solusi terbaik untuk pemasaran garam yang secara tradisional diproduksi di sejumlah daerah di negara ini. Asisten Deputi Sumber Daya Mineral dan Energi Non-Konvensional kepada Menteri Koordinator Kelautan, Amalyos Chan, menyatakan pada hari Sabtu bahwa Indonesia memiliki tradisi yang sangat khusus dalam mengolah garam.

Indonesia memiliki berbagai tradisi pemrosesan garam, dari pengolahan di laut hingga pegunungan, katanya. Di antara tradisi pemrosesan garam adalah garam laut Bali, yaitu tradisi pemrosesan garam Amed, Kusamba, Tejakula dan Pemuteran. Ada juga garam gunung yang diproduksi di Gunung Krayan, Kalimantan Utara. Selain itu, ada garam bledug kuwu yang sering disebut garam bleng dari lumpur vulkanik di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, dan garam dari tanaman di Papua.

Menurutnya, semua produk ini diproses secara tradisional, dengan kearifan lokal yang merupakan bagian dari budaya tradisional yang berlangsung dari generasi ke generasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *