Pemerintah Kota Bekerja Sama Dengan Pelaku Bisnis

Jumlah kedatangan wisatawan di Batam tercatat 128.675 pada bulan Januari, melonjak menjadi 158.088 pada bulan Februari, dan selanjutnya naik ke 173.947 pada bulan Maret. Pemerintah kota telah menggariskan target 460.710 kedatangan wisatawan untuk 2019. Ardiwinata menunjuk wisatawan dari Singapura yang sebagian besar merupakan pengunjung ke Batam selama periode Januari-Maret 2019. Peningkatan jumlah kedatangan wisatawan didorong oleh faktor-faktor yang terdiri dari liburan panjang di Singapura. Akibatnya, beberapa dari mereka memutuskan untuk berlibur di Batam yang bertetangga.

Dia mencatat bahwa jalan dan taman di Kota Batam akan semakin memudahkan wisatawan untuk menikmati kunjungan mereka ke Pulau Batam. Selain itu, hot deal yang ditawarkan oleh pemerintah kota bekerja sama dengan pelaku bisnis lebih lanjut berkontribusi pada peningkatan, katanya. Menteri Pariwisata Arief Yahya juga memuji keberhasilan program hot deal selama kunjungannya baru-baru ini ke Batam.

Pemerintah Kota Bekerja Sama Dengan Pelaku Bisnis – Kesepakatan panas adalah paket liburan tarif rendah yang ditawarkan selama musim paceklik. Paket terdiri dari menginap berkecepatan tinggi Singapura-Batam-Singapura, sp, dan menginap di hotel.

Berita terkait: sewa kendaraan denpasar harga murah.

Nilai tukar rupiah, diperdagangkan di pasar antar bank di Jakarta, Selasa, diperkirakan akan turun setelah rilis data pertumbuhan ekonomi untuk kuartal pertama 2019. Pada pukul 09.47 waktu setempat, nilai rupiah bergerak turun 11 poin atau 0,08 persen, dari 14.298 menjadi 14.309 rupiah per dolar AS.

Ekonom dari Samuel Asset Management, Lana Soelistianingsih, memperkirakan bahwa nilai rupiah akan turun antara 14.300 dan 14.330 rupiah per dolar AS pada hari Selasa.

Berdasarkan data dari Biro Pusat Statistik yang dirilis pada hari Senin, Soelistianingsih mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama tercatat sebesar 5,07 persen tahun-ke-tahun (yoy).

Tingkat pertumbuhan jatuh di bawah perkiraan konsensus analis, yaitu 5,2 persen (yoy).

Oleh karena itu, sekarang tampaknya sulit bagi perekonomian untuk mencapai pertumbuhan sesuai dengan anggaran negara 2019 sebesar 5,3 persen. Kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada 2019 akan mencapai 5,14 persen, ”kata Soelistianingsih.

Pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama 2019 relatif stagnan dibandingkan dengan kuartal pertama 2018, yang tercatat mencapai 5,06 persen (yoy).

Selain itu, pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama 2019 tercatat negatif 4,52 persen berdasarkan kuartal-ke-kuartal (qtq), menunjukkan penurunan dibandingkan dengan kuartal pertama 2018 dengan negatif 0,51 persen.

Di bidang bisnis, sektor jasa memberikan kontribusi pertumbuhan tertinggi, diikuti oleh sektor manufaktur, dan sektor perdagangan. Sementara itu, konsumsi rumah tangga, diikuti oleh sektor investasi dan ekspor bersih menjadi sumber utama pertumbuhan pengeluaran.

Belanja pemerintah untuk pemilihan umum tampaknya tidak cukup kuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi; Sebaliknya, kontribusi tampaknya telah melambat dibandingkan dengan kuartal keempat 2018, meskipun masih lebih tinggi dibandingkan dengan kuartal pertama 2018, ”jelasnya.

Keuntungan ekonomi global terjadi, meskipun pada kecepatan yang lebih lambat dari yang diperkirakan, bersama dengan ketidakpastian yang lebih rendah yang berasal dari pasar keuangan.

Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat telah menunjukkan tanda-tanda moderasi atas pendapatan yang lebih rendah dan kepercayaan bisnis yang menurun, rangsangan fiskal terbatas sebagai dampak dari pemotongan pajak perusahaan yang surut, dan masalah pasar tenaga kerja struktural yang sedang berlangsung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *