Proyek Pengembangan Infrastruktur Untuk Fasilitas Publik

Agar proyek menjadi ekonomis dalam hal pembiayaan, proyek juga harus menggunakan tenaga ahli dan sumber daya lokal yang ada, Duta Besar Helmy menyarankan. Dalam catatan Kedutaan Besar Indonesia di Kairo, selama periode Januari-September 2018, nilai realisasi investasi Mesir di Indonesia berjumlah 640.900 dolar AS untuk enam proyek. Sementara itu, pada periode Januari-Desember 2017, nilai investasi Mesir di Indonesia mencapai 822.700 dolar AS terbagi dalam 13 proyek.

Sementara untuk Indonesia, Mesir adalah salah satu negara sasaran untuk investasi luar. Nilai total investasi Indonesia di Mesir berjalan hingga 2018, mencapai 122 juta dolar AS. Duta Besar Indonesia untuk Kamboja Sudirman Haseng mendorong badan usaha milik negara (BUMN) dan pengusaha Indonesia untuk mulai melakukan bisnis dan berinvestasi di Kamboja karena pertumbuhan ekonomi negara yang cepat.

Kami terus mendorong BUMN dan pengusaha Indonesia untuk masuk ke Kamboja. Masih ada banyak ruang bagi wirausahawan dan perusahaan milik negara untuk melakukan bisnis dan berinvestasi di Kamboja, Duta Besar Sudirman Haseng mengatakan kepada Antara di Phnom Penh, Jumat. Dia menyebutkan bahwa saat ini adalah waktu yang tepat bagi BUMN dan pengusaha Indonesia untuk mulai memasuki dan berinvestasi dalam proyek pembangunan infrastruktur di Kamboja. Baca info jasa seo premium.

Hal yang kami tekankan adalah pembangunan infrastruktur di Kamboja, khususnya untuk memberikan peluang bagi BUMN dan pengusaha Indonesia untuk berperan dan berinvestasi dalam proyek pengembangan infrastruktur untuk fasilitas publik, telekomunikasi, dan jaringan pipa gas di Kamboja, kata Dubes Sudirman. Selain itu, lanjutnya, pengusaha dan BUMN Indonesia juga didorong untuk mulai berbisnis dengan memanfaatkan sumber daya alam di Kamboja yang relatif belum dijelajahi dan dikelola secara optimal.

Perusahaan dan BUMN Indonesia perlu mengeksplorasi mineral di sini karena masih ada banyak ruang, misalnya, kandungan emas dan minyak belum dieksplorasi dengan baik di sini, katanya. Duta Besar Indonesia mengatakan bahwa sejauh ini, belum ada BUMN atau perusahaan Indonesia yang telah berinvestasi langsung di Kamboja, tetapi banyak yang telah memulai eksplorasi untuk mulai melakukan bisnis di Kamboja.

Menurut Duta Besar Sudirman, hambatan utama yang mencegah pengusaha Indonesia melakukan bisnis di Kamboja adalah persepsi yang tidak proporsional terhadap negara tersebut. Ini sebagian dipengaruhi oleh informasi yang tidak akurat dan `diperbarui`. Citra sebagian besar orang Indonesia berkenaan dengan Kamboja adalah bahwa itu masih terbelakang, jelasnya.

Faktanya, Kamboja dalam beberapa tahun terakhir mengalami pertumbuhan ekonomi yang cepat hingga mencapai rata-rata tujuh persen, yang nilainya lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi Indonesia. Memang, investasi Indonesia di Kamboja tidak seperti yang diharapkan, tetapi ada peningkatan minat dari pengusaha Indonesia untuk berinvestasi di Kamboja, kata Dubes Sudirman.

Investasi kami tidak harus berupa uang dari Indonesia, biasanya bekerja sama dengan bank multinasional, tetapi perusahaan Indonesia melakukan proyek. Ini masih dianggap sebagai investasi Indonesia karena dilakukan oleh perusahaan Indonesia; hanya sumber keuangan yang tidak harus dari dalam negeri (Indonesia), lanjutnya.

Gelar kehormatan Bapak Pariwisata telah diberikan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk serangkaian inisiatif dan komitmennya dalam mengembangkan industri pariwisata di Indonesia.

Jokowi menerima gelar dari Ketua Asosiasi Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani saat jamuan makan malam untuk merayakan peringatan 50 tahun PHRI, yang diadakan di Balai Sidang Jakarta, di Jakarta, pada 11 Februari 2019.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *