Upaya Masyarakat Internasional Menghadapi Kampanye Negatif

Sehubungan dengan itu, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian telah menetapkan target untuk mensertifikasi 70 persen industri kelapa sawit di dalam negeri melalui sertifikasi Minyak Sawit Berkelanjutan Indonesia (ISPO) pada tahun 2020. Kami berharap dapat memenuhi target tersebut. Pemerintah juga akan terus mempromosikan ISPO sehingga akan dikenal sebagai standar Indonesia di luar negeri, kata Wilistra Danny, pejabat Perkebunan dan Hortikultura dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, di Jakarta, Kamis.

Dia menekankan bahwa pemerintah akan secara serius mengatasi gejolak dalam industri kelapa sawit dengan upaya yang bertujuan mempromosikan standar kepada masyarakat internasional dalam upaya menghadapi kampanye negatif.

Selain itu, Indonesia juga akan mencoba memperluas pasar ke negara-negara non-tradisional. Karena itu, Kementerian Perdagangan sedang mengincar pasar baru, mengingat sentimen negatif dari salah satu pasar utamanya, Uni Eropa, masih bertahan. Sewa Jasa SEO dan Jasa SEO Per Keyword.

Indonesia, melalui Kementerian Perdagangan, berupaya memperluas pasar untuk produk minyak sawit dan turunannya ke tujuan ekspor baru di Timur Tengah, Asia Selatan, dan kawasan lainnya.

Perdagangan minyak sawit Indonesia di pasar Uni Eropa terganggu, dan kami melihat negara-negara lain di luar pasar utama, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional di Kementerian Perdagangan Arlinda mengatakan di Jidda pada Kamis (29/11).

Direktur jenderal mengatakan bahwa produk tersebut dapat diekspor ke pasar negara-negara non-tradisional di bagian lain dunia. Dia menjabarkan negara-negara non-tradisional di beberapa daerah di mana Indonesia belum melakukan perdagangan minyak sawit.

Kami dapat fokus pada pasar non-tradisional dari negara-negara di perbatasan Teluk Persia, seperti Arab Saudi, Oman, Bahrain, Kuwait, Uni Emirat Arab, dan Qatar, katanya. Jasa SEO Bagus dan Jasa SEO Murah.

Selain itu, Indonesia dapat fokus pada negara-negara di Asia Selatan, termasuk India, Pakistan, Sri Lanka, dan Bangladesh.

Kementerian Perdagangan juga mengeksplorasi pasar di Chili, yang berbatasan dengan Amerika Latin, Kazakhstan, dan Uzbekistan. Di Eropa timur, Rusia, Kazakhstan, Uzbekistan, dan bahkan negara pecahan Rusia juga menjadi target kami, Arlinda menyatakan.

Di Afrika, Kementerian Perdagangan sedang bernegosiasi dengan Mozambik; Tunisia, yang dekat dengan Italia; Maroko, yang dekat dengan Spanyol; dan Aljazair, yang memiliki perjanjian perdagangan bebas dengan Eropa.

Berbicara sehubungan dengan kampanye negatif kelapa sawit, Arlinda mencatat bahwa Indonesia sedang berusaha untuk menghilangkan kekhawatiran dan membuktikan bahwa tuduhan yang diajukan tidak benar.

Masalah yang melibatkan Qatar dan negara-negara Arab lainnya dapat menjadi peluang bagi Indonesia untuk masuk dan memenuhi kebutuhan produk negara tersebut.

Arab Saudi, menurut Konsul Jenderal Indonesia di Jidda Mohamad Hery Saripuddin, masih tertarik dengan produk kelapa sawit Indonesia dan turunannya.

Di bagian lain dunia ada upaya sepele untuk meluncurkan kampanye hitam, alhamdulillah tidak ada manuver semacam itu di Arab Saudi karena persaingan bisnis, kata Saripuddin di Jidda, Rabu (28 Nov).

Namun, Saripuddin menjelaskan bahwa Arab Saudi masih mengimpor minyak sawit dan turunannya dari negara-negara selain Indonesia, di mana menurut penelitian, produk-produk di negara-negara tersebut sebagian besar berasal dari Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *